Langsung ke konten utama

Postingan

POTRET BERSILAH

29/05 . Obrolan sekitar dua jam itu. Obrolan yang dimulai karena pekerjaan. Dimana orang tersebut telah menjadi tokoh dalam catatan kecil sang calon penulis. Amin. Sebuah langgar menjadi tempat cerita singkat, dimana ilham terjadi dan kebiasaan itu mulai dilakukan. Satu permintaan bantuan menjadi sebuah obrolan panjang dan mengetahui cerita satu sama lain. Kejadian yang mungkin akan teringat.  Obrolan berjalan sekitar satu setengah jam, angin mulai berhembus dan menerpa sang gadis yang kini menikmati senja di sebuah rumah Tuhan. Dia mengerutkan kening. Mengelus leher belakangnya. Hingga angin merobohkan pembatas skat masjid. Membuat mereka harus menengok ke belakang. Lalu teman obrolan sang gadis memberikan satu karya kreatifitasnya ketika sang gadis itu mulai mengembalikan pandangannya.  “Tunggu sebentar ya”. Setelahnya miramaliks.blogspot.com     Beberapa menit meninggalkan sang gadis yang kini tak mempunyai teman obrolan. Dengan terpaan angin...

SATU CELA DIMANA KELUGUAN ITU MEMILIH KEPUTUSAN

“Dimana seorang gadis selalu dibilang polos nan lugu masuk dalam masalah orang yang sudah mapan kehidupannya”. Ia mengerti kesalahan itu dimana. Kesalahan yang sepele. Orang dekat sebagai teman. Orang yang mungkin pernah membuat melayang dan kemudian dijatuhkan perlahan-lahan. Apakah harus diungkit-ungkit? Lebih baik memikirkan hal lain. Seseorang dengan candaan khasnya, tetapi muka duanya terlihat dari jauh. Rasa kesal, bodoh, tolol mungkin kini dibuat berfikir delapan kali dalam semalam dan akhirnya ambruk tak terasa. Kerapuhan itu membuat kesadaran bagaimana konyolnya memikirkan hal dimana seharusnya tak dipikirkannya. Menjaga perasaan orang lain tetapi perasaan sendiri entah kemana. Satu waktu dimana kita saling mengenal Satu kisah pendek tertulis dalam sebuah catatan kecil yang mungkin membuatnya sadar. Mungkin. Tentangnya kini semakin merambat pada orang terdekat. Semua itu memberi kehati-hatian pada gadis yang tak tahu apa itu cinta. Kini tahu, semua itu bu...

Setitik Pandangan Dapat Dikisahkan

Satu hal yang membuat perhatian. Pemandangan lingkungan dengan adanya pemungut sampah atau lebih kasarnya orang menyebut ‘pemulung’. Bukan menjadi masalah lagi bahkan jurang   jika banyaknya pemulung karena faktor kemiskinan dan lapangan kerja sangat minim. Pasti pemerintah yang disalahkan lagi. Untuk menentukan siapa yang benar dan salah memang dibilang sulit. Sumber daya alam dan sumber daya manusia sebenarnya didepan mata, hanya saja keterampilan dan daya inovasi masih dibilang sangat minim juga. Satu hambatan bagi negara dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.  Tentengan khas dipunggung membuat pandangan tersendiri dalam kerumunan. Mungkin tidak untuk sebagian orang, prinsip masa bodoh selalu menjadi satu hal sepele dalam otak masing-masing orang. Sikap peduli juga ditemui. Dimana, di tempat tergelarnya acara besar yang tertutup bahkan di daerah intelektual pandangan tersebut masih saja hadir. Sepenggal cerita terlihat dimana seorang gadis muda tak malu menge...

Karya senja pertama

TEKAT Berdiri diatas ambang-ambang Menyeka setiap tetes air Menelan ludah pahit Maju mundur dilema             Cacian yang selalu datang             Membuatku tak ingin maju             Dan kuterjatuh dalam kegelapan             Meraba celah cahaya Aku memang tak sempurna Aku juga tak seberuntung mereka Tapi… Aku punya tekat Untuk berdiri dan bangkit