Langsung ke konten utama

Postingan

Pekalongan Raih Predikat Kota Kreatif Dunia

29 Oktober 2009 lalu Batik telah diresmikan oleh  The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization  (Unesco). Dalam peresmian itu, kini menjadi suatu kembanggaan tersendiri bagi kota yang mempunyai julukan 'Kota Batik' yaitu Pekalongan. http://kotakreatifdunia.blogspot.com/ Pekalongan yang meraih predikat 'Kota Kreatif Dunia' kini sudah membuka Fakultas Teknologi Batik di Universitas Pekalongan (Unikal). Di jurusan Teknologi Batik tersebut, terdapat mahasiswa yang berasal dari Jepang dan Korea--saya tidak tahu tepatnya berapa--. Mahasiswa Mancanegara tersebut memilih Unikal dan masuk di jurusan teknologi batik ingin mempelajari kesenian budaya Indonesia. Sebagai pemilik kesenian tersebut merasa bangga bukan?   http://radarpekalonganonline.com/ Tak hanya itu, Kota Pekalongan sebagai peraih predikat 'Kota Kreatif Dunia' memasang spanduk yang bertuliskan 'Pekalongan Kota Kreatif Dunia' disetiap sekolah di Pekalongan, bai...

KLISE

Menemukannya atau tidak memang belum bisa diprediksi. Namun, bagaimana jika berharap dapat menjalin pertemanan atau sahabat pena?. Memperhatikannya secara awang memang sudah cukup lama. Tertarik ketika tulisannya mampu membuat jatuh hati. Hobi dan kegemaran hampir sama, kebiasaan pun tidak ditanyakan lagi sebagai seseorang yang sama-sama berupaya untuk merancang parodi. Cangkir yang berisi cairan beraroma klasik nun elegan tak pernah absen ketika sang pena mengalun merangkai setiap kata hingga menjadi sebuah prosa yang bermakna. Secangkir kopi. Kopi selalu menemaninya ketika lembaran demi lembaran itu terisi penuh. Kopi selalu menjadi pelor inspirasinya—bukan kau saja yang merasakan seperti itu—dalam pengaliran ide. Entah tepatnya kapan menemukan sang penggores pena sederhana, namun luar biasa itu. Menemukannya di dunia dengan daya informasi tidak terbatas yang siapa pun, kapan pun, dan di mana pun dapat mengaksesnya. Memang tak mengenalnya pasti. Lama selalu menanti...

JIKA BANYAK?

Lama tidak keluar dari kotak kecil yang gelap dengan ruang lingkup sempit. Aku memang tak sendiri. Bentuk yang sama membuat orang asal untuk mengambilnya. Biasa dibilang sebagai benda kotor karena telah dipegang banyak orang. Aku pernah berada pada tangan seorang wanita berwajah China, ia menggenggamku setelah menerimaku dari loket stasiun. Lalu menaruhku di kotak saku bajunya. Aku yang telah berada dalam kotak berbau harum ini kembali merasakan keharuman ketika wanita tersebut membersihkan tangannya dengan semprotan pencuci tangan. Aku pernah berada pada tumpukan koin dan kertas dengan nilai berbeda disebuah kotak yang luas, berbahan kayu dan sedikit celah membuat cahaya masuk. koin demi koin terus berdatangan dari atas. Semakin banyak dan ketika aku keluar aku berada pada bangunan dengan banyak orang. Ada yang berbalut sarung dan beberapa wanita yang diselimuti kain di kepalanya. Aku pernah berada pada seorang pria separuh baya. Cukup lama berada dikotaknya. Tiba-tiba te...

Perupa Taufik Ermas dalam Trienal Seni Patung Indonesia #2

Trienal Seni Patung Indonesia #2 merupakan pameran yang dihelat pada tanggal 22 Oktober – 10 November 2014 di Galeri Nasional Indonesia. Pameran patung ini mengusung tema “Versi” yang digagas oleh tim kurator yaitu Rizki A. Zaelani, Asmudjo J. Irianto, Asikin Hasan, serta asisten kurator Bayu Genia Krishbie. Tema ‘Versi’ diangkat sebagai penunjukkan perluasan praktik dan teorisasi yang berasal dari dua arus besar dalam   paradigma seni patung.  Seni patung yang memahami teknik seni dan dimensi merupakan seni karya murni tiga dimensi yang dapat dinikmati keindahannya. Pahatan, irisan, serta pembentukan dalam patung mampu memberikan karakter. 53 perupa patung tiga dimensional Indonesia dipamerkan dalam tiga gedung yang terdapat di Galeri Nasional Indonesia. Karya perupa Taufik Ermas Footnote yang terbuat dari campuran media dan sabun dimensi variabel pada pameran Trienal Seni Patung Indonesia #2 namp Shabrina's Phothograph ak menarik. Tatanan kumpulan kaki ya...

EKSPLORASI KEBERAGAMAN BUDAYA INDONESIA DI HARI PARIWISATA DUNIA (WORLD TOURISME DAY)

Peringati Hari Pariwisata Dunia (World Tourism Day) , berbagai seni dan budaya Nusantara digelar di Monas. Keberagaman Kebudayaan Indonesia Hari Pariwisata Dunia (World Tourism Day) diperingati setiap tanggal 27 September. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta menggelar Gebyar Budaya Hari Pariwisata Dunia 2014 di Taman Monumen Nasional, Jakarta Pusat. Kekayaan Indonesia yang menjadi daya tarik tersendiri merupakan keragaman budaya dari setiap suku di Indonesia. Festival yang digelar untuk mengenalkan berbagai kebudayaan Indonesia dan mengeksplorasi keragaman budaya dari seluruh wilayah Indonesia, serta mengenalkan Indonesia sebagai pusat pariwisata. Acara ini juga menjadi media apresiasi terhadap keragaman seni budaya Nusantara yang patut dibanggakan. Pameran Produk Dalam Negeri 2014 Nasional Pameran dari produk-produk dalam negeri juga menjadi salah satu acara yang harus ditilik kembali. Mengingat pasar terbuka kian meluas dan produk sendiri te...

Ketika Ketika Ketika

Ketika tanganmu membelai rambutku Ketika tanganmu mengelus dahiku Ketik a tanganmu mengusap air mataku Ketika tanganmu mendekap tubuhku Ketika tanganmu memberi kehangatan Bunda... Dari setiap ujung jarimu Menyimpan jutaan kehangatan Merasakan hembusan setiap nafasmu Ketika kau mendekapku Ketika kau menciumku Ketika kau membisikkan "Selamat Tidur" Bunda... Mawar ini takkan pernah rapuh Duri ini takkan pernah menyakitimu Bunda... Genggamlah mawar ini ketika ia rapuh Ciumlah ketika ia hancur Jagalah layaknya aku Kan kubisikkan padamu Aku menyayangimu, aku mencintaimu                                                            Prav

KATAKU

Bagaimana kamu mengungkapkan rasa sayang kepada seseorang yang sangat kamu sayang galau .  ? Terkecuali untuk orang yang dapat membuatmu melayang dan ujungnya akan membuatmu mengatakan Masing-masing cara akan dilakukan dari masing-masing orang untuk mengungkapkan sayang kepada siapa saja. Namun, bagaimana jika perasaan sayang itu hanya mampu dikatakan kepada orang lain, tak sanggup mengungkapkannya kepada orang yang dituju. Sayang kepada orang yang telah menjadi hidup ini tumbuh dengan seribu bahkan jutaan cerita hidup yang telah dilaluinya selama sembilan belas tahun. Entah faktor apa yang membuat perkataan sayang itu dapat diungkapkan dengan tingkah laku. Tetapi itu semua tidak berarti apa-apa jika orang tersebut tak mengerti. Ingin rasanya mengatakan ‘aku sayang padamu, orang yang telah membuatku tumbuh menjalani tahap demi tahap dan akhirnya merasakan bagaimana kehidupan manusia yang seutuhnya’. Tetapi mulut ini bungkam ketika hati ini ingin mengatakan itu. Hanya ...