Langsung ke konten utama

Postingan

Cerita Siang Bolong

www.kaskus.co.id Senja kali ini aku mampu merangkai beberapa kata untuk tulisan ini. Malam kerap kali tak bisa membawa tidurku pulas. Hari Minggu siang ini aku mampu lama menutup mata dan menempel bersama bantalku selama hampir lebih dari 3 jam. Aku bermimpi sangat jelas. Mulai dari kronologi, warna pakaian yang ia kenakan, siapa, dan di mana. Namun, satu wajah yang pertama kutemui itu, aku tidak tahu siapa. Aku bertemu di sebuah stasiun yang sepertinya dekat dengan Ancol. Entah apa nama stasiun itu. Kita sama-sama tidak tahu jalan pulang dan aku juga tak tahu dari mana. Sosok itu berbaju putih dengan memakai sepatu convers , mempunyai poni sedikit, sekitar 15 cm lebih tinggi dariku, berkulit sawo matang tetapi bersih, membawa tas berwarna hitam. Saling bertanya jurusan apa untuk bisa pulang. Ternyata kita satu arah dan dari situ mulai terdapat obrolan panjang dan semakin dekat. Kemudian aku bertemu dengan teman-temanku. Kita pulang ramai-ramai. Entah percakapan apa ya...

Seseorang itu.,

Tertunduk, memainkan sebuah kotak kecil yang berisi banyak informasi. Tentang orang lain, tentang berita, tentang apa saja kemudahan yang bisa ditemukan dalam satu kotak kecil itu, smartphone. Terduduk dan tertunduk begitu lama, di sebuah lobby gedung yang mempelajari industri kreatif dengan persaingan entreprenuer yang entah akan menjadi berhasil atau tidak. Namun, keunikan itu pasti akan membuahkan hasil, meskipun begitu lama. Hari suci. Jum’at, di mana para pria muslim melaksanakan kewajibannya. Mengenakan pakaian koko berwarna putih untuk melaksanakan kewajiban kepada Tuhan memang membuatnya tampak lebih. Menunggu seseorang yang bisa membawa melepas jaket almamater di kampus tercintanya mungkin yang sedang ia lakukan. Terselempang tas berwarna hitam berisi berkas-berkas penting yang entah apa isinya. Cukup lama hanyut dalam sentuhan ponsel membuatnya mungkin tak akan tahu kegiatan sekitar. Satu arah mampu melihatnya, meskipun tak begitu jelas. Memperhatikan berdasa...

Peringati Hari Film Nasional, Foto Dari 10 Still Fotografer Di Pamerkan

FILARTC 2015 ( Film and Art Celebration ) gagas pameran pada acara peringatan hari film nasional ke-65 yang dilaksanakan di TIM (Taman Ismail Marzuki). Acara berlangsung selama tiga hari, terhitung dari tanggal 27 – 29 Maret 2015 di Lobby Teater Kecil – Taman Ismail Marzuki.  Filartc mempersembahkan pameran foto ‘di dalam set film’ dari 10 karya Still Fotografer ialah, Ace Mace, Eriekn Juragan Erik Wirasakti, Erland Herlambang, Juraj Sedlak, Pangeran Popoy, Rezha PN, Sony Seniawan, Timur Angin, dan Umar Setyadi. Pameran yang mengusung tema “Potret Sinema Indonesia” dapat memberikan gambaran bagaimana selama ini sinema Indonesia banyak sekali mengandung berbagai cerita atau potret sebuah kehidupan, entah kehidupan pada sisi politik, sosial, ekonomi, maupun agama. Di samping itu, pemilihan tema tersebut juga dapat memberikan penjelasan bagaimana indahnya film-film di Indonesia sekarang.  Seminar Still Photograpy “Momotret di dalam set film” dilaksanakan pada Min...

Pekalongan Raih Predikat Kota Kreatif Dunia

29 Oktober 2009 lalu Batik telah diresmikan oleh  The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization  (Unesco). Dalam peresmian itu, kini menjadi suatu kembanggaan tersendiri bagi kota yang mempunyai julukan 'Kota Batik' yaitu Pekalongan. http://kotakreatifdunia.blogspot.com/ Pekalongan yang meraih predikat 'Kota Kreatif Dunia' kini sudah membuka Fakultas Teknologi Batik di Universitas Pekalongan (Unikal). Di jurusan Teknologi Batik tersebut, terdapat mahasiswa yang berasal dari Jepang dan Korea--saya tidak tahu tepatnya berapa--. Mahasiswa Mancanegara tersebut memilih Unikal dan masuk di jurusan teknologi batik ingin mempelajari kesenian budaya Indonesia. Sebagai pemilik kesenian tersebut merasa bangga bukan?   http://radarpekalonganonline.com/ Tak hanya itu, Kota Pekalongan sebagai peraih predikat 'Kota Kreatif Dunia' memasang spanduk yang bertuliskan 'Pekalongan Kota Kreatif Dunia' disetiap sekolah di Pekalongan, bai...

KLISE

Menemukannya atau tidak memang belum bisa diprediksi. Namun, bagaimana jika berharap dapat menjalin pertemanan atau sahabat pena?. Memperhatikannya secara awang memang sudah cukup lama. Tertarik ketika tulisannya mampu membuat jatuh hati. Hobi dan kegemaran hampir sama, kebiasaan pun tidak ditanyakan lagi sebagai seseorang yang sama-sama berupaya untuk merancang parodi. Cangkir yang berisi cairan beraroma klasik nun elegan tak pernah absen ketika sang pena mengalun merangkai setiap kata hingga menjadi sebuah prosa yang bermakna. Secangkir kopi. Kopi selalu menemaninya ketika lembaran demi lembaran itu terisi penuh. Kopi selalu menjadi pelor inspirasinya—bukan kau saja yang merasakan seperti itu—dalam pengaliran ide. Entah tepatnya kapan menemukan sang penggores pena sederhana, namun luar biasa itu. Menemukannya di dunia dengan daya informasi tidak terbatas yang siapa pun, kapan pun, dan di mana pun dapat mengaksesnya. Memang tak mengenalnya pasti. Lama selalu menanti...

JIKA BANYAK?

Lama tidak keluar dari kotak kecil yang gelap dengan ruang lingkup sempit. Aku memang tak sendiri. Bentuk yang sama membuat orang asal untuk mengambilnya. Biasa dibilang sebagai benda kotor karena telah dipegang banyak orang. Aku pernah berada pada tangan seorang wanita berwajah China, ia menggenggamku setelah menerimaku dari loket stasiun. Lalu menaruhku di kotak saku bajunya. Aku yang telah berada dalam kotak berbau harum ini kembali merasakan keharuman ketika wanita tersebut membersihkan tangannya dengan semprotan pencuci tangan. Aku pernah berada pada tumpukan koin dan kertas dengan nilai berbeda disebuah kotak yang luas, berbahan kayu dan sedikit celah membuat cahaya masuk. koin demi koin terus berdatangan dari atas. Semakin banyak dan ketika aku keluar aku berada pada bangunan dengan banyak orang. Ada yang berbalut sarung dan beberapa wanita yang diselimuti kain di kepalanya. Aku pernah berada pada seorang pria separuh baya. Cukup lama berada dikotaknya. Tiba-tiba te...

Perupa Taufik Ermas dalam Trienal Seni Patung Indonesia #2

Trienal Seni Patung Indonesia #2 merupakan pameran yang dihelat pada tanggal 22 Oktober – 10 November 2014 di Galeri Nasional Indonesia. Pameran patung ini mengusung tema “Versi” yang digagas oleh tim kurator yaitu Rizki A. Zaelani, Asmudjo J. Irianto, Asikin Hasan, serta asisten kurator Bayu Genia Krishbie. Tema ‘Versi’ diangkat sebagai penunjukkan perluasan praktik dan teorisasi yang berasal dari dua arus besar dalam   paradigma seni patung.  Seni patung yang memahami teknik seni dan dimensi merupakan seni karya murni tiga dimensi yang dapat dinikmati keindahannya. Pahatan, irisan, serta pembentukan dalam patung mampu memberikan karakter. 53 perupa patung tiga dimensional Indonesia dipamerkan dalam tiga gedung yang terdapat di Galeri Nasional Indonesia. Karya perupa Taufik Ermas Footnote yang terbuat dari campuran media dan sabun dimensi variabel pada pameran Trienal Seni Patung Indonesia #2 namp Shabrina's Phothograph ak menarik. Tatanan kumpulan kaki ya...