Langsung ke konten utama

Postingan

Kopi itu Perihal Rindu

Photo, Muhammad N.G Putaran air yang jatuh ke paper filter Hario V60 berhenti seketika ketika mataku melihat seseorang yang tidak asing. Pria itu datang kembali setelah satu minggu tidak mengisi meja di pojok dekat jendela. Kali ini ia memakai kemeja biru dongker dengan lengan yang digulung sampai ke siku, aku menyukai kekhasaannya itu. Ia mengusap-usap rambutnya yang basah, membuat mataku melirik pintu masuk. Hujan tampak lebat, tak heran ia datang hanya untuk menghabiskan waktu bersama kopi yang sama. “Malabar menggunakan chemex ,” katanya. Aku mengangguk mengerti. Tak pernah memesan jenis kopi lain, ia hanya mengubah jenis seduhannya. Aku rasa ia ingin mencari karakteristik rasa yang dihasilkan dari seduhan manual berbeda. Sikapnya begitu dingin. Ia datang memesan, duduk, meminum kopinya, lalu memuji seduhanku sebelum meninggalkan kedai. Terkadang pujiannya membuatku tak berhenti tersenyum. Aku masih memandang punggungnya yang berjalan menuju meja dekat jendela setelah m...

Bukan puisi (lagu) Cinta

Photo, Prajna Farravita Kau begitu dekat denganku Tapi, bodohnya aku, tak pernah sadar itu Kuingin Kau menyentuhku, padahal Kau sudah memelukku Kuingin Kau di sampingku, padahal Kau selalu bersamaku Mendekapku sampai aku terlelap Membiarkanku mengarungi mimpi dan berkelana dengan malam Kau bisa saja merenggutku bila kau mau Namun, kau masih memberiku segalanya agar kutahu Bagaimana kau slalu mencintaiku Kau selalu ada, bersamaku Bersama nafasku, bersama detak jantungku Kau menelusuri tubuhku bersama aliran darah, menyentuh nadiku Bodohnya aku, aku slalu melupakanMu Rasaku mengapa begitu  beku, langkahku mengapa terasa kaku Dan, kusadar itu... Aku masih, Mengabaikan cintaMu...   Prajna Vita_ Jakarta, 13 Juni 2016 09.30

Judulnya Merayu Awan

BAGAIMANA bisa meminta senja sedangkan siang masih terik? Masih mending menyemogakan jangan turunkan hujan ketika awan sudah mulai menggelap.--Harapan itu masih bisa terjadi, tetapi mengharuskan waktu terjadi itu tidak bisa seenaknya. Bagaimana bisa meminta segera datang senja kemudian meminta hujan? Masih mending menunggu sore dan berharap hujan.--Meminta itu sah-sah saja, tetapi juga tidak bisa seenaknya. Bisa aku merayu awan? Agar siang datang hujan dan sore tetap memancarkan senjanya? Mungkin bisa tetapi jangan memegang harapan besar jika tak ingin kecewa . Waktu itu berjalan pasti dan perwujudan harapan itu misteri. Lebih baik tak pernah memegang harapan agar mendapat hasil yang tak terhingga. Agar tak pernah merasakan kecewa, agar tak menyesal, dan agar tak dibelenggu rasa takut. Susutkan harapan itu sekecil-kecilnya, lalu simpan di hati yang paling dalam, tancapkan pada titik kalbu yang paling beku, dan kunci rapat-rapat, lalu buang kuncinya jauh-jauh atau ha...

Kau, Sang Antonim dari Hitam

Photo, Prajna Farravita To, Kau, yang membawa doa suci, dipikul dari sebuah nama warna Siapa yang pertama kali mengenalkanku pada takdir yang melaju layaknya perahu kertas? Kau Siapa yang memasukkanku pada sebuah jaring laba-laba yang berada di atas jaring? Kau Siapa yang mengajakku melebur dalam kalimat ilmiah melalui rangkaian diksi indah nun rumit? Kau Siapa yang menggandengku menelusuri kesibukan kota yang tak bisa diajak bicara? Kau Siapa yang mendorongku untuk bertemu dengan banyak literatur dengan cara apapun agar penanya tergores dan abadi bersamaku? Kau Siapa yang menjadi pengamatanku untuk belajar bermain dalam duniaku sendiri dan mencari solusi ketika menghadapi berbagai hal, bermonolog dan berdialog dangan Dia Yang Maha Tahu? Aku katakan, lagi-lagi kau. Sebuah ledakan bintang yang menyisihkan satu dan keluar dari jalur, lalu Bintang Jatuh itu menemui Ksatria dan Putri. Supernova. Object kedua aku mengenali kompleksitas diksi dalam sebuah sainsfictio...

Karena-Mu

By, Prajna Farravita Aku tidak pernah membuka hati pada laki-laki yang ingin masuk ke kehidupanku. Banyak ketakutan dari sebuah hubungan yang berakhir rasa sakit. Dan tentunya aku tidak mau berada di tahap itu. BANYAK dari teman-temanku mempunyai jadwal keluar rumah rutin dengan orang istimewa setiap seminggu sekali. Mempunyai kebiasaan rutin untuk merayakan tanggal jadi mereka satu tahun sekali. Mempunyai hari-hari yang penuh perhatian dan ucapan selamat pagi lalu berakhir selamat tidur. Namun, terkadang cekcok kecil menghancurkan semua hubungan itu. Aku tidak pernah takut dikatakan hariku tidak berwarna atau aku tidak mempunyai kenangan di masa muda. Aku mempunyai cara sendiri untuk membuat hidupku lebih berwarna dan lebih berarti. Dengan caraku berjalan menyusuri setiap sudut kehidupan, aku seperti mampu menemukan beragam warna kehidupan dari sudut pandang yang berbeda-beda. Ketika aku menutup hatiku, aku seperti bisa membuat semua indraku peka dan aku ingin berteri...

Kisah Kematian dan Kabangkitan Sang Detektif Legendaris

doc. google Judul Buku: Sherlock Holmes The End Penulis: Benny Lo Penerbit: Visimedia  Tahun Terbit: September - 2012 Tebal: 160 Halaman No.ISBN: 9790651511 Harga: Rp 42.000,- KETIKA Sir Arthur Conan Doyle memutuskan untuk "mematikan" Sherlock Holmes, para penggemar fanatiknya bereaksi dengan keras. Majalah “The Strand” yang rutin memuat serial Sherlock Holmes kehilangan 20.000 pembaca setianya. Bahkan, banyak penggemar Sherlock Holmes "berdemonstrasi" di jalanan mengenakan pita hitam di lengan sebagai tanda berkabung! Setelah memutuskan mematikan Sherlock Holmes, Sir Arthur Conan Doyle memilih menulis novel sejarah yang menjadi kesukaannya. Namun, ternyata novel sejarahnya ini tidak diterima oleh pasar. Pada tahun 1901, akhirnya dia menerima "kenyataan" bahwa para penggemar fanatiknya sudah terlanjur tak bisa memisahkan antara namanya dan nama sang detektif imajinasinya, sehingga dia kembali mulai menulis serial Sherlock Ho...

Evolusi Kesadaran dalam Terkuaknya Supernova

Photo by. Prajna Farravita Judul : Intelegensi Embun Pagi Penulis : Dee Lestari Penerbit : Bentang Pustaka Tahun Terbit : Februari 2016 (cetakan pertama) Tebal : 705 halaman  No. ISBN : 978-602-291-131-9 Harga : Rp 94.400,- “Bintang Jatuh, Akar, Petir, Partikel, Gelombang, dan Intelegensi Embun Pagi. Perjalanan melintasi dimensi menjadi langkah dalam nenemukan misi yang telah direncanakan sebelum mereka lahir”. RUPANYA evolusi kesadaran menjadi topik penting dalam mengetahui untuk apa seseorang dilahirkan. Kesadaran menjadi kunci memecahkan amnesia dan salah satu cara untuk mencapai tujuan. Mencari jawaban dalam setiap pertanyaan merupakan proses kesadaran itu terungkap. Kemampuan aneh setiap tokoh ialah jawaban dari pertanyaan mereka. Pernyataan kompleks yang dihadapi setiap tokoh dapat mempertemukan mereka. Satu gugus dengan enam peretas bersatu untuk membuka portal Asko yang akan menunjukkan rumah mereka sebenarnya. Fakta demi fakta terungka...